tidak terdetik mahu aku mengoncang hati sanibarimu
namun lidah ini tekadang meluahkan kekerasan & kepahitan
bukan niatku melukaimu di detik itu.....
sayang,maafkan aku kerna gagal memujukmu
aku amat menyesali akan kegagalan ini yg membuat air matamu menitis
ku akui salahku jelas ternyata disebabkan ituakan ku perbaiki demi air yg membasahi pipi mu...
sayang,ku tahu kau umpama bayu
datang nun di kala subuh mendodoi mimpi
mengalir di celahan lalang sopan lembut alirmu
menyejukan hati setiap pemilikmu...
sayang,sedarlah akan cintaku tidak terkata
jangan di dalami setiap gurauan ku itu
pasti tercalar dek asuhan kasarku ini
akulah batu dalam hidupmu...
sayang,maaf ku pohon untuk kali ini
sikapku x brubah walau ditangisi
ini beban yg akan kau tempuhi sehinga akhir cerita ini
usahlah kau tangisi lagi,walau sehinga ku mati........

No comments:
Post a Comment